Perkuat Konsolidasi Zakat Fitrah, Lazismu WIlayah Gorontalo Sosialisasi ZIS di MIM Unggulan Kota Gorontalo

Lazismu Wilayah Gorontalo melaksanakan sosialisasi Zakat, Infaq, dan Shadaqah (ZIS) di MIM Unggulan Kota Gorontalo pada Senin (02/03/2026) untuk memperkuat konsolidasi pengelolaan zakat di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah. Dalam kegiatan tersebut, Ketua Lazismu Wilayah Gorontalo menekankan pentingnya pengelolaan zakat fitrah secara kolektif agar lebih tertib, transparan, dan tepat sasaran. Sosialisasi berlangsung interaktif dan menghasilkan komitmen pihak sekolah untuk bersinergi bersama

GORONTALO — Lazismu Wilayah Gorontalo kembali memperkuat konsolidasi pengelolaan zakat di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah melalui kegiatan sosialisasi Zakat, Infaq, dan Shadaqah (ZIS) di MIM Unggulan Kota Gorontalo, Senin (02/03/2026).

Sosialisasi tersebut dihadiri oleh dewan guru dan tenaga kependidikan. Kepala sekolah berhalangan hadir dan diwakilkan oleh unsur pimpinan sekolah yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif Lazismu dalam memberikan edukasi terkait pengelolaan zakat secara terorganisir dan sesuai syariat.

Materi sosialisasi dipaparkan langsung oleh Ketua Lazismu Wilayah Gorontalo. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa zakat fitrah bukan sekadar kewajiban personal, tetapi merupakan bagian dari sistem sosial Islam yang memiliki dampak luas apabila dikelola secara kolektif melalui semangat amal jama’i.

  

“Setiap hari kita mendidik akal dan membentuk karakter generasi bangsa. Tetapi zakat fitrah adalah cara kita mendidik jiwa sosial umat,” ujarnya di hadapan para guru.

Ia menjelaskan bahwa konsolidasi zakat melalui Lazismu menghadirkan sistem yang tertib, distribusi yang tepat sasaran, serta akuntabilitas dan transparansi dalam pelaporan. Selain itu, zakat fitrah memiliki tujuan utama untuk membersihkan jiwa orang yang berpuasa sekaligus membahagiakan fakir miskin di hari raya, sehingga keberadaannya harus benar-benar memberikan dampak sosial yang terukur.

Dalam sesi pemaparan juga disampaikan gambaran skema penghimpunan zakat di lingkungan sekolah, seperti melalui koordinator kelas maupun layanan jemput zakat, serta mekanisme pendataan mustahik secara sistematis agar tidak terjadi penumpukan di satu tempat dan ada pemerataan distribusi.


Kegiatan berlangsung interaktif. Para guru menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengajukan sejumlah pertanyaan seputar ketentuan zakat fitrah, mekanisme penyaluran, hingga persoalan-persoalan praktis yang sering ditemui di masyarakat. Diskusi tersebut semakin memperkaya pemahaman bersama tentang pentingnya pengelolaan zakat secara profesional dan terkoordinasi.

Perwakilan pihak sekolah menyatakan kesiapan untuk bersinergi dalam mendukung pengumpulan zakat fitrah melalui Lazismu. Kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat tata kelola zakat di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah, tetapi juga menjadi sarana edukasi karakter bagi peserta didik dalam menumbuhkan nilai kepedulian dan semangat berbagi sejak dini.

Di akhir kegiatan, Lazismu turut memperkenalkan sejumlah program Ramadhan 1447 H, seperti Tebar Takjil, Kado Ramadhan, Taman Lansia, dan Back to Masjid, yang menjadi bagian dari gerakan sosial Lazismu di Provinsi Gorontalo.

Melalui kegiatan ini, Lazismu Wilayah Gorontalo berharap terbangun sinergi yang kuat antara lembaga zakat dan institusi pendidikan Muhammadiyah, sehingga Ramadhan tidak hanya menjadi momentum ibadah individual, tetapi juga gerakan kolektif yang berdampak luas bagi umat.

LINK TERKAIT